Dua Macam Ikhlas Menurut Imam al-Ghazali

Agama  
Keterangan: ilustrasi Imam Al-Ghazali
Keterangan: ilustrasi Imam Al-Ghazali

Sumber: Republika

NYANTRI--Manusia adalah makhluk sosial yang selalu mempunyai kecendrungan untuk berinteraksi dengan orang lain. Akan tetapi, manusia juga punya kewajiban penting dalam hubungannya kepada Allah. Bagi perspektif agama atau tasawwuf, interaksi dengan manusia dan Allah tidak akan bernilai apabila tidak dilakukan dengan Ikhlas. Imam al-Ghazali dalam kitab Minhajul ‘Abdin menjelaskan dua macam ikhlas:

1. Ikhlas dalam Beramal

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Imam al-Ghazali menjelaskan tentang Ikhlas dalam beramal sebagai berikut:

فأما اخلاص العمل فهو التقرب ال الله عز وجل و تعظيم امره و اجابة دعوته

Artinya: “ikhlas beramal adalah niat taqarrub kepada Allah SWT, dan niat mengagungkan perintah-perintah-Nya. Serta niat melaksanakan seruan-Nya.”

Dalam memupuk niat tersebut, seseorang perlu ijtihad dan kemauan yang tinggi sehingga mencapai keikhalasan tersebut. Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa:

و الباعث عليه اعتقاد الصحيح

Artinya: “ yang mendorong itu semua adalah ijtihad dan sungguh-sungguh.”

Ikhlas dalam beramal sejatinya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan mengupayakan sepenuhnya untuk beribadah. Maka dari itu, terlebih dahulu seseorang perlu menata niat, niat yang lurus dan kuat.

Setiap amal yang ihtimal dapat ditujukan kepada selain Allah dari ibadah asli, yang di sana ikhlas amalannya. Maka ibadah batin sebagian besar terjadi dari ikhsanul amal.

Amal dibagi menjadi tiga bagian:

Pertama adalah ibadah lahir, yang mana seseorang ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT dan memohon pahala di akhirat.

قسم يقع فيه الاخلاصان جميعا وهو العبادة الظهرة الاصلية

Artinya:“Bagian yang terdapat ikhlas secara bersamaan. Yakni ikhlas dalam beribadah kepada Allah dan ikhlas memohon pahala akhirat, yaitu ibadah lahir.”

Kedua adalah ibadah batin. Bagian ini tidak ada unsur keduanya, antara ikhlas beribadah dan memohon pahala akhirat. Kegiatan seperti ini dilakukan secara pribadi antara dia dan Allah, sehingga yang tahu hanyalah Allah SWT.

و قسم لا يقع فيه شيء منهما و هو العبادة الباطينة الاصلية

Artinya: “bagian yang tidak terdapat sama sekali keduanya, yakni ibadah batin, sebab dalam hal ini hanya Allah yang mengetahuinya.”

Ketiga adalah mengharap sebagian pahala akhirat. Dalam hal ini seseorang menghadap pahala dari hal-hal yang mubah, semisal makan atau tidur.

و قسم يقع فيه اخلاص طلب الأجر دون اخلاص العمل و هو المباحات و الماخوذة للعدة

Artinya: “bagian yang hanya mengharapkan sebagian pahala akhirat. Yakni mengikhlaskan amalan yang mubah.”

Ikhlas beribadah dilakukan bersamaan dengan yang dikerjakan, maka dari awal sampai akhir, seseorang syogyanya terus mengerjakan dengan ikhlas. Maka terdapat pendapat ulama yang mana dalam menjalani hidup harus dengan ikhlas sampai mau menjemput.

2. Ikhlas dalam memohon pahala kepada Allah SWT

Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa yang dimaksud ikhlas dalam memohon pahala adalah mencari kemanfaatan akhirat dengan amal baik. Sebab, pahala sejatinya didapat dengan amal baik yang dibarengi dengan niat baik serta keikhlasan. Maka di dalam hati tidak boleh terdapat sifat riya’. Jika ada, maka amalnya akan gugur dan tidak bisa mendapat pahala atau kemanfaatan di sisi-Nya. Sejatinya seseorang itu tidak perlu ada embel-embel dalam memohon pahala kepada Allah SWT.

و أما الإخلاص في طلب الأجر فهو ارادة نفع الأخرة بعمل الخير

Artinya: “Yang dimaksud ikhlas dalam memohon pahala adalah bermaksud mencari kemanfaatan akhirat dengan amal baik.”

انه ارادة نفع الاخرة بخير لم يرد ردا يتعذر بحيث ترجى به تلك المنفعة

”ikhlas mencari pahala yaitu mengharapkan manfaat akhirat dengan amal yang bagus, yang tidak ditolak dengan penolakan yang benar-benar meragukan, orang ikhlas yang bagus amalnya berharap manfaat dari amal tersebut”

Wallahu a’lam

Sumber: Imam Al-Ghazali, Minhajul Abidin. Terj. Abul Hiyadl. Petunjuk Ahli Ibadah.Surabaya: CM Grafika 2009.

Penulis: Ahmad Fatoni

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jurnalis dan pernah nyantri

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image