Ibnu Hazm Intelektual Muslim yang Disegani Kaum Yahudi

Sejarah  
Keterangan: Patung Ibnu Hazm
Keterangan: Patung Ibnu Hazm

Sumber: Republika

NYANTRI--Salah satu ulama yang terkenal pada masa akhir kepemerintahan Bani Umayyah adalah Imam Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa’id bin Hazm. Seorang intelektual Muslim yang disegani oleh umat Islam bahkan kaum Yahudi dengan pemikirannya. Ia merupakan ulama yang pakar dalam bidang fikih, teologi, sejarah, filsafat serta penulis profilik.

Ia lahir di Andalusia pada tanggal 07 November 994 M., akhir periode Bani Umayyah yang bertahta di Cordova. Ia mempunyai pengaruh besar dalam teologi agama orang Andalusia yang dihuni oleh lintas agama dari umat Islam, Yahudi dan Kristen. Ia juga mempunyai garis keturunan Kristen, namun buyutnya yang bernama Hazm memeluk Islam ketika Dinasti Umayyah menyebarkan agama Islam di kawasan Andalusia. Ia dikenal dengan Abu Muhammad atau Ibn Hazm sebagai nama panggilan dan nama kunyah. Nenek moyangnya yang tertinggi pergi dari Persia ke Andalusia dan memiliki kehidupan yang cukup di sana.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sama seperti anak muda umat Islam terdahulu, Ibnu Hazm menghafal al-Qur’an sejak kecil, belajar sastra al-Qur’an beserta hukum-hukumnya. Sejak kecil ia sudah belajar menulis, menghafal banyak syair dan belajar kaligrafi.

Sebagai ulama dan penulis yang sangat terkenal, bukan hanya ketika masih hidup, bahkan hari ini, ia mempunyai pengaruh teologi, bahkan di kalangan Yahudi, ia juga mempertemukan dan sosok yang menginisiasi untukembuka dialog ketiga agama.

Ada yang berbeda dari madzhab yang ia anut, tidak menggunakan madzhab empat. Akan tetapi mengikuti madzhab Dzahiri. Madzhab ini merupakan salah satu madzhab fikih dan akidah yang menitik beratkan pada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber utama agama, terutama dalam hukum Islam. Kelompok ini berada dalam firkah ahlussunah yang mencapai masa jayanya pada Abad ke 3 sampai 8 Hijriyah. Keyakinan madzhab ini menolah adanya qiyas, pendapat pribadi (ra’yu) atau bahkan ijma’. Dalam bidang aqidah, kelompok ini mensifati Allah dengan sifat-sifat yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an. Praktik antropomorfisme juga ditolak dalam madzhab ini. Ibnu Hazm merupakan ulama besar di Andalusia yang membawa madzhab tersebut. Walaupun kemudian, dikatakan bahwa madzhab ini melebur pada madzhab Hambali.

Sebagai penulis profilik, terdapat banyak karya yang ia hasilkan dan dikaji oleh umat Islam pada zaman sekarang. Di antara karyanya yang disebutkan mencapai 80.000 halaman dan 400 jilid, yang masih ada dan menjadi referensi adalah:

- Al-Fashl fi Al-Milal wal Ahwa Wan-Nihal (الفصل في الملل والأهواء والنحل), Tentang teologi.

- Al-Muhalla fi Syarh Al-Muhalla (المحلى شرح المجلى) Tentang Fiqih.

- Al-Ihkam fi Ushul Al-Ahkam (الإحكام في أصول الأحكام), Tentang Ilmu Ushul.

- Jawami' As-Sirah An-Nabawiyah (جوامع السيرة النبوية), Tentang Sirah Nabi Saw.

- Jamharat Ansab Al-Arab (جمهرة أنساب العرب), tentang silsilah/ Genealogi bangsa Arab.

Ibnu Hazm wafat pada usia 70 tahun pada tanggal 28 Sya’ban 456 Hijriyyah/15 Agustus 1064 Miladhiyyah di Andalusia.

Wallahu a’lam

Penulis: Ahmad Fatoni

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jurnalis dan pernah nyantri

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image