Mengenal Lebih Dekat Husain Adz-Dzahabi

Serba Serbi  
Keterangan: Buku Karya Husain Adz-Dzahabi
Keterangan: Buku Karya Husain Adz-Dzahabi

Sumber: Republika

NYANTRI--Muhammad Husain Ad-Dzahabi lahir di desa Matubis pada tahun 1915 M. Ia mendapat gelar doctoral dalam bidang al-Qur’an dan Hadith pada tahun 1944 M. Kemudian menjadi dosen di bidang as-Syari’ah wa al-Qanun di Universitas al-Azhar. Tahun 1968, ia ditunjuk Universitas Kuwait untuk mengampu dosen di bidang Tafsir dan Hadith. Pada tahun 1975, ia kembali ke Mesir untuk mengajar kuliah Ushuluddin. Pada tanggal 15 April 1975 beliau terpilih menjadi mentri Waqaf. Namun beliau hanya bertahan satu tahun saja sampai pada tahun 1976. Walau ia menjabat dengan waktu yang singkat, ia mampu menunjukkan perilaku yang terpuji dan patut di tiru, semisal tidak menggunakan security di depan rumahnya dan rumahnya ramai dengan kajian-kajian Islam di setiap malam yang terbuka bagi masyarakat umum.

Husain Adz-Dzahabi termasuk salah satu ulama tahun ketujuh puluhan yang memberikan seluruh ilmunya untuk meninggikan bendera Islam dan melawan kedzaliman dalam berbagai bentuk. Menurutnya dakwah Islam harus dilakukan dengan cara yang baik, bukan dengan kekerasan atau terorisme dan penegakan hukum Islam adalah jalan keluar untuk segala problematika umat baik dalam akhlak, politik ekonomi. Beliau juga memandang bahwa pemikiran Islam harus dibersihkan dari segalam macam bentuk khurafat dan kesesatan karena hari ini suara kesesatan lebih kuat daripada suara kebenaran.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Perjalanan dakwah tak pernah lengkang aral rintangan yang bisa sampai pada pembunuhan, dan itu beliau alami. Pada tanggal 4 Juli 1977 sekelompok teroris yang tidak suka dengan cara dakwahnya membunuhnya sehingga beliau wafat dan mendapatkan karunia syahid yang diidam-idamkan banyak orang. Jasad beliau dishalatkan di masjid jami’ al-Azhar dan yang menjadi imamnya adalah Syaikh Shalih ak-ja’fari. Beribu-ribu orang ikut menshalatkannya dari teman, murid-murid dan orang-orang yang mengenalnya dan mengetahui budi pekertinya. Sebagai penghormatan baginya, jasad beliau dimakamkan di komplek makam keluarga Imam Syafi’i.

Banyak juga karya-karya beliau, diantara karya-karya beliau adalah:

1. Tafsir wa al-Mufassirun

2. Al-Israiliyat fi at-Tafsir wa al-Hadith

3. Al-Ittihajat al-Munhafirah fi at-Tafsir

4. Ibnu Arabi wa Tafsir al-Qur’an

5. Al-Wahyu

6. Muqaddimah fi Ulum al-Qur’an

7. Muqaddimah fi Ulum al-Hadith

8. Atsaru Iqamah al-Hudud fi Istiqrar al-Mujtama’

9. Maliyah ad-Daulah al-Islamiyyah

10. Mauqif al-Muslim fi Diyanat as-Samawiyah

11. Ahwal As-Saykhsiyyah Baina ahlus Sunnah wa al-Ja’fariyah.

Sumber: Muhammad Husain Adz-Dzahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun, (Kairo, Maktabah wahbah, 2000), 75-77.

Penulis: Ahmad Fatoni

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jurnalis dan pernah nyantri

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image