Marak Tambak Udang, Mahasiswa IST Annuqayah Gelar FGD Pengelolaan Limbah

News  
Keterangan: FGD Pengelolaan Limbah Tambak Udang
Keterangan: FGD Pengelolaan Limbah Tambak Udang

Sumber: Istimewa

NYANTRI--Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Insitut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah di Desa Lapataman, Dungkek mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Sosialisasi Pengelolaan Limbah Tambak Udang, di desa Lapataman, Kecamatan Dungkek, Kamis (18/8/)

Sosialisasi ini dilakukan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep Arif Susanto dan M. Muhri, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

"Saya sangat mengapresiasi terhadap program ini, ini hal yang harus diperhatikan mahasiswa selain melakukan aksi demo, atau diskusi, mereka juga harus memperhatikan lingkungan," ujar Arif Siswanto, Kepala DLH Sumenep dalam rilis yang diterima nyantri.republika.co.id

Ia menambahkan siap bekerjasama dengan mahasiswa dan masyarakat untuk mendapatkan solusi yang efektif dari limbah tambak yang dirasa merugikan lingkungan.

"Saya siap hadir kalau masyarakat ataupun mahasiswa memanggil untuk turun ke lapangan tentang limbah tambak. Karena ini merugikan lingkungan,” tambahnya.

M. Muhri, mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap kerusakan lingkungan. Meski menurutnya tambak udang memang menjadi penghasilan utama masyarakat Desa Lapataman, namun juga harus diikuti dengan bergeraknya lingkungan sehat agar tidak merusak lingkungan itu sendiri.

"Ketika lingkungan rusak, yang akan merasakan imbasnya adalah anak cucu kita sendiri, jadi mari kita sama-sama menjaga lingkungan agar terus sehat," kata mantan Aktivis GP Ansor Sumenep ini.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep menawarkan kepada masyarakat melalui IPAL sebagai penanggulangan pengelolaan limbah tambak.

"Jadi gini pak, kita punya yang namanya IPAL komunal, itu adalah instalasi pengelolaan air limbah bersama yang digunakan untuk lingkungan sekitar. Jadi, limbah yang dibuang itu bisa dikelola lagi dikeringkan, dan dijadikan pupuk organik yang mengandung amonia, itu bagus untuk tanaman. Tapi.tidak bagus kalau dibuang ke laut karna nanti ikan akan lari," kata Pak Arif.

Di akhir acara, Muhri sangat mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan kelompok KKN IST Annuayah ini, dan berupaya akan siap membantu untuk tindak lanjut program pengelolaan limbah tambak tersebut.

Perlu diketahui sosialisasi ini juga melibatkan stakeholder setempat seperti Camat Dungkek, Dan ramil, Kapolsek dan masyarakat sekitar.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jurnalis dan pernah nyantri

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image